Ajang ini terbuka bagi peserta mulai usia 9 tahun dengan pembagian kategori sampai 18-21 tahun dengan kategori amatir untuk umum. Meskipun tidak ada seleksi ketat, panitia menerapkan sistem skrining untuk memastikan kesiapan peserta.
Sukabumi – Merdeka Kota Sukabumi akan menjadi arena pertarungan sengit para atlet beladiri dalam ajang ‘Sukabumi Nyerenteng’ pada Sabtu, 12 Juli 2025. Event ini hadir sebagai wadah inklusif bagi berbagai disiplin ilmu beladiri, mulai dari boxing, kickboxing, hingga MMA, dan diharapkan mampu melahirkan talenta-talenta baru di dunia combat sport (olahraga tarung).
Anggi Sendra Yogi, Ketua Pelaksana Sukabumi Nyerenteng, menjelaskan bahwa acara ini sejatinya merupakan bagian dari rangkaian perayaan HUT Bhayangkara ke-79. “Sebetulnya ini dalam rangka rangkaian HUT Bhayangkara yang ke-79, tapi dikarenakan waktu itu persiapannya kurang matang, jadi tidak tepat di 1 Juli. Jadi, kita mundurkan ke 12 Juli,” kata Anggi saat membuka pertandingan di Sapa Cafe, Selabintana, Kabupaten Sukabumi pada Senin (7/7/2025).
Berbeda dengan kebanyakan ajang beladiri yang fokus pada satu cabang, Sukabumi Nyerenteng mengadopsi aturan dari berbagai cabor untuk memastikan partisipasi yang luas. Menurut Anggi, berkaca pada ajang serupa tahun lalu, jika salah satu cabor saja seperti Mixed Martial Arts (MMA), ada beberapa cabor lain yang tidak bisa mengikuti. Oleh karena itu, panitia berinisiatif untuk mewadahi semua cabor beladiri.
“Dikarenakan seperti itu, kita inisiatif dari panitia mewadahi semua cabor. Jadi, kita adakan semua, dari mulai freestyle boxing, striking, MMA, kita adakan semua. Semua cabor yang bergelut di combat sport cabang beladiri bisa masuk ikut,” jelasnya.
Peserta Mulai dari 9 Tahun
Ajang ini terbuka bagi peserta mulai usia 9 tahun (kadet) dengan pembagian kategori sampai 18-21 tahun kategori amatir untuk umum. Meskipun tidak ada seleksi ketat, panitia menerapkan sistem skrining untuk memastikan kesiapan peserta. “Kalau seleksi kita tidak ada, cuma lebih ke skrining saja, kalau mereka layak atau belum untuk mengikuti ini. Karena kita juga berpikiran bahwa olahraga combat sport ini kontak fisik full. Jadi, kalau misalkan mereka tidak memahami ketentuan dan tidak memahami rules-nya, akan sedikit berbahaya,” tambahnya.
Hingga saat ini, lebih dari 100 peserta telah mendaftar untuk kategori umum. Anggi menambahkan bahwa proses gambar dan pemasangan kelas masih terus berjalan. Mulai dari kelas tanding 48 kilogram hingga 60 kilogram. “Karena kita di panitia memprioritaskan Sukabumi lokal kota/kab, sisanya baru dari luar. Sebetulnya dari luar kota/prov juga banyak, cuma kita batasi, disimpan dulu di bagan kedua kalau kuota lokal sudah penuh baru dari luar,” ungkapnya.
Sebelum hari pertarungan utama pada 12 Juli, rangkaian acara akan dimulai pada H-1 dengan timbang badan, face off, dan technical meeting yang juga akan dilaksanakan di GOR Merdeka, tepatnya di area Lapang Merdeka, Gunungparang, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi.
Cegah Kenakalan Remaja Lewat Olahraga
Anggi Sendra Yogi menegaskan bahwa tujuan utama Sukabumi Nyerenteng bukanlah sebagai ajang penyaringan atlet untuk tingkat nasional. Melainkan dapat menjadi wadah bagi pengurus cabor untuk menjaring bibit-bibit atlet terbaik. “Kalau dari panitia Sukabumi Nyerenteng itu nggak ada tujuan ke situ, cuma diharapkan semua cabor dan pengurusnya bisa melihat dan memilih atlet mana yang bagus dan mungkin mereka akan menawarkan untuk gabung ke pengcab atau ke cabor mereka,” harapnya.
Selain menjadi ajang kompetisi, Sukabumi Nyerenteng juga memiliki misi sosial yang kuat, yaitu menjadi wadah positif untuk mengatasi kenakalan remaja. “Karena kita sudah koordinasi dengan pihak Polres Sukabumi Kota. Karena banyaknya dan seringnya tawuran di luar, jadi kita wadahi mereka yang suka tawuran di jalanan untuk bisa lebih tertib, atau mereka yang punya ada masalah bisa diwadahi di sini,” ungkap Anggi.
Untuk peserta umum, panitia menyediakan penghargaan berupa sertifikat, medali, dan suvenir sebagai bentuk apresiasi prestasi. Sementara itu, untuk main event yang melibatkan influencer, panitia menyediakan honorarium khusus. Nama ‘Sukabumi Nyerenteng’ sendiri berawal dari viralnya konten video. Ia juga menambahkan bahwa ini adalah event kedua, namun dengan nama yang berbeda.
https://pabikabdairi.org/for4d-slot/
https://pabikabkaro.org/for4d-togel/
https://acsjakarta.id/school-fees/
https://pabikabdeliserdang.org/
https://inspireaviationpodcast.com/
