JUARA.NET – Intuisi Khabib Nurmagomedov dalam dunia gulat menjadi kunci Islam Makhachev untuk merebut sabuk kelas welter Jack Della Maddalena di UFC 322.
Keberadaan Khabib Nurmagomedov memberi pengaruh besar pada Islam Makhachev.
Itu terbukti dari keputusan Islam meninggalkan sabuk kelas ringannya.
Petarung asal Dagestan itu mengikuti jejak The Eagle yang juga bertarung di dua kategori.
Tidak hanya soal karier, Khabib juga punya pengaruh dalam gaya bergulat yang jadi andalan Islam Makhachev.
Demi mengimbangi gaya gulat Islam, Jack Della Maddalena sampai meminta Craig Jones untuk melatihnya.
Craig Jones disebut menjadi sosok yang tepat untuk mengasah kemampuan grappling petarung asal Australia tersebut.
Pelatih Islam, Javier Mendez, pun mengakui kehebatan Craig Jones.
“Dia (Jones) punya permainan ground yang sangat bagus,” ucap Mendez.
“Dan bersama Craig Jones, seorang grappler kelas dunia yang luar biasa, guru yang hebat, dan telah berkecimpung di dunia ini, dia telah melatih orang-orang papan atas, para juara dunia,” imbuhnya.
Namun begitu, Mendez tetap yakin keberadaan Khabib membuat Islam tak goyah dengan hal tersebut.
Ia menilai Khabib punya teknik grappling yang jauh lebih komplit.
Rekor 13 kemenangan submission Islam menjadi bukti betapa kuatnya uluran tangan Khabib.
Mendez bahkan menyebut Khabib sebagai petarung terhebat sepanjang masa dengan ace grapplingnya.
“Jadi, Craig Jones memang sangat tangguh, tetapi menurut saya, di pihak saya, saya punya yang terhebat sepanjang masa, yaitu ace grappling kami, dan itu adalah Khabib.”
“Jadi, soal grappling, saya tidak peduli karena saya punya yang terbaik di staf pelatih saya.”
“Saya tidak peduli siapa yang mereka punya karena saya punya yang terbaik,” tegasnya.
Mendez menyatakan bahwa ilmu Khabib telah sepenuhnya diserap oleh Islam hingga ia menjadi petarung terkuat di kelas ringan.
“Dia (Islam) super, super kuat. Dari semua petarung kelas ringan saya, dia yang terkuat.”
“Saya tidak ingat ada petarung kelas ringan yang lebih kuat darinya.”
“Bahkan tidak mendekati, dia yang terkuat.”
“Jadi, dari semua petarung yang saya miliki, dialah yang memiliki peluang terbaik untuk menghadapi kekuatan petarung yang lebih besar,” tutur Mendez.
Pertarungan antara JDM dan Islam akan berlangsung di Madison Square Garden, New York, pada 15 November 2025.
