Fight Arena – Legenda UFC, Dan Hardy, mengungkit keunggulan yang dimiliki Islam Makhachev ketimbang juara kelas welter, Jack Della Maddalena.
Dan Hardy ikut memberikan analisanya jelang duel akbar kelas welter antara Islam Makhachev dan JDM.
Hardy mempunyai kekaguman terhadap kemampuan tinju Della Maddalena.
JDM sulit untuk dikalahkan dalam posisi stand up alias berdiri.
Sebaliknya, petarung asal Australia itu justru punya serangan mematikan lewat pukulannya.
Bahkan ia disebut sebagai petarung MMA dengan pukulan tinju terbaik.
“Saya sudah lama menggemari JDM,” kata Hardy dikutip Juara.net dari Youtube Helen Yee Sports.
“Saya ingat pernah melakukan wawancara ketika Ngannou beralih ke tinju dan orang-orang membicarakan siapa yang punya tangan terbaik di MMA, dan saya bilang JDM saat itu,” ucapnya menambahkan.
Namun, tidak untuk pertarungan melawan Islam Makhachev.
Hardy meyakini bahwa perpindahan Makhachev ke kelas welter justru meningkatkan kekuatannya.
“Tinjunya selalu membuat saya terkesan, tetapi saat ini saya merasa Islam naik kelas pada waktu yang tepat,” ucap Hardy.
“Banyak petarung yang bertahan di kelas terlalu lama dan mereka tampaknya menghambat pertumbuhan fisik mereka.”
“Saya rasa Islam tidak bisa tetap sehat dan bertahan di divisi ringan lebih lama lagi,” jelasnya.
Menurut Hardy, Islam punya potensi untuk berkembang di kelas welter.
‘Saya pikir saat ini dia membiarkan dirinya pindah ke divisi di mana tubuhnya akan berkembang,” tutur Hardy.
“Dia akan menjadi sangat kuat,” imbuhnya.
Mantan petarung kelas welter itu memprediksi pertarungan stand-up yang ketat bakal terjadi antara Islam dan JDM.
Namun, ia memperkirakan tendangan dan gril Makhachev akan mengambil alih.
Hardy memberi dukungannya terhadap petarung Dagestan tersebut.
“Saya pikir permainan Islam yang serba bisa sangat bermasalah bagi petarung mana pun,” kata Hardy.
“Saya melihatnya akan menang dan saya melihatnya mungkin akan terjadi pertukaran serangan 50-50.”
“Makhachev menang dengan keunggulan tendangan, tetapi kemudian gulat dan grilnya mengambil alih.”
“Kemungkinan besar menang dengan sub di ronde kejuaraan,” pungkasnya.
Duel perebutan sabuk kelas welter itu akan berlangsung pada UFC 322 di Madison Square Garden, New York, City.
UFC telah mengumumkan bahwa duel keduanya berlangsung pada 16 November 2025.
