Pada masa aktifnya sebagai jagoan UFC, Khabib Nurmagomedov mengalahkan sejumlah lawan berat salah satunya, Pat Healy.
Pertarungan itu mentas pada tahun 2013 silam, yakni saat Si Elang masih menitih kariernya.
Kedua jagoan disabung guna membuka hajatan yang dimeriahkan duel Jon Jones vs Alexander Gustafsson sebagai bentrokan utama.
Healy sebenarnya datang ke pertarungan tersebut membawa rekor yang mengerikan.
Bagaimana tidak? Dia tidak terkalahkan dalam tujuh pertarungan beruntun, termasuk dua kali menang lewat kuncian.
Namun, rekor mentereng ini seakan menguap begitu saja di hadapan Khabib.
Sepanjang tiga ronde penuh, Si Elang praktis tampil lebih mendominasi.
Dari UFCStats.com, Healy hanya unggul jumlah serangan signifikan pada ronde ke-2 saja.
Meski kalah jumlah serangan signifikan, Khabib tercatat bisa membanting lawannya dua kali di ronde kedua tersebut.
Akhirnya, momen penentuan pemenang duel pun dilakukan setelah tidak ada KO maupun kuncian.
Wasit Yves Lavigne yang bertugas mengangkat tangan Khabib sebagai pemenang dengan skor, 30-27, 30-27, dan 30-27.
Setelah menelan pil pahit kekalahan, Healy tidak butuh waktu lama untuk mendapatkan jadwal duel lainnya.
UFC kembali menyabungnya pada bulan Desember atau artinya dia hanya punya waktu persiapan sekitar dua bulan saja.
Dipertemukan petarung kawakan, Bobby Green yang kini berganti nama jadi King Green, tren kekalahan Healy malah berlanjut.
Healy akhirnya pensiun setelah kalah tujuh kali dari total 12 duelnya sejak menghadapi Khabib.
Sebelum menghadapi Green, Healy sempat mengaku mendapatkan pelajaran berharga dari duel lawan Si Elang.
“Satu hal yang saya dapatkan dari duel tersebut ialah saya tidak bisa pergi dari apa yang benar-benar saya kuasai,” ujarnya pada tahun 2013 silam.
“Gaya bertarung menekan, saya memaksa clinch dan dirty boxing, itu adalah hal yang saya bisa melakukannya dengan baik.”
“Semakin saya menghindari hal itu, peluang saya menang semakin kecil.”
“Jadi, itu adalah pelajaran yang bagus untuk saya…”
“Saya jadi bisa berkata: ‘Oke, aku harus fokus pada apa yang saya kuasai. Jangan terlalu fokus pada kekuatan lawan. Jangan khawatir soal apa yang akan dilakukan lawan atas gaya bertarungmu,” sambung Healy.
Terlepas dari hal itu, Khabib punya nasib yang berkebalikan dengan Healy.
Sampai pensiun, rekor sempurna Si Elang tidak ada yang bisa menggoyahkan.
