Fight Arena – Penantang gelar kelas menengah UFC, Khamzat Chimaev, mendapat dukungan jelang pertarungannya pada UFC 319.
Khamzat Chimaev akan melakoni pertandingan gelar juara melawan Dricus Du Plessis pada laga yang dihelat di United Center, Chicago, Amerika Serikat, Minggu (17/8/2025) waktu Indonesia.
Petarung yang dijuluki Borz atau Serigala itu ditentang oleh orang yang tidak yakin dirinya pantas untuk menjadi juara divisi.
Orang yang meragukan seorang Chimaev adalah mantan petarung UFC yaitu Din Thomas.
Bukan peluang Chimaev mengalahkan Du Plessis yang disorotnya tetapi apa jadinya jika Chimaev juara tetapi kemudian sering mangkir dari pertarungan gelar.
“Saya tidak senang ketika persaingannya statis dan tidak ada pergerakan di sebuah divisi,” ucap Thomas, dilansir dari MMA Junkie.
“Agar ada pergerakan di divisi, juaranya harus bertarung.”
Thomas menunjuk seringnya Chimaev mundur dari pertarungan.
Menurut catatan Tapology, ada enam laga Chimaev yang batal di UFC. Tiga di antaranya terjadi karena Chimaev sakit dengan dua kali melibatkan virus Covid-19.
Dampak Covid terhadap kesehatan Chimaev sempat begitu parah sampai sang petarung dengan persona garang itu mendadak ingin pensiun dari MMA pada 2021.
Chimaev kembali izin sakit jelang menghadapi mantan juara kelas menengah, Robert Whittaker, pada 2024.
Selain itu Chimaev dirumorkan tidak dapat masuk ke Amerika Serikat gegara punya koneksi dengan pemimpin Republik Chechnya di Rusia, Ramzan Kadyrov.
Reputasi Chimaev sebagai petarung makin tercoreng gegara gagal mencapai batas berat badan menuju duel dengan Nate Diaz di kelas welter pada 2022.
Meski demikian, solusinya sudah ketemu dengan Chimaev tak lagi berkiprah di dua divisi tetapi fokus di kelas menengah yang batasnya lebih tinggi.
Sementara itu, pembelaan diberikan mantan juara kelas welter, Belal Muhammad.
Muhammad mengatakan justru hal besar yang akan terjadi jika Chimaev sukses merebut sabuk juara kelas menengah UFC.
“Saya tidak tahu apa yang dimaksud Din Thomas, tapi menurut saya dia benar-benar salah dalam hal ini,” kata Muhammad di kanal YouTube-nya, dilansir BolaSport.com via MMAJunkie.
“Saya pikir ini akan menjadi salah satu hal terbesar bagi UFC jika Chimaev memenangkan sabuk juara.”
“Saya pikir dia akan menjadi salah satu bintang terbesar, superstar yang dimiliki UFC. Dia sudah menjadi bintang. Dia sudah memiliki aura tak terkalahkan.”
“Saya pikir dampaknya akan semakin besar, terutama jika dia keluar dan mendominasi Dricus, yang sedang dalam performa terbaiknya.”
“Saya pikir dia bisa melakukannya,” ucap petarung berdarah Palestina itu.
Muhammad percaya Chimaev dapat mengalahkan Du Plessis dengan mendominasi pertarungan.
“Saya pikir dia bisa keluar dan mengalahkannya dengan dominan, atau bahkan seperti yang dikatakan Khabib (Nurmagomedov), adu striking saja dengannya,” lanjutnya.
“Saya pikir dia bisa mengalahkannya dalam serangan. Saya pikir dia akan membuatnya terlihat mudah jika dia tetap bertarung di atas kaki.”
“Ya, Dricus memiliki dagu yang kuat, stamina, gaya yang aneh, dia memiliki ketangguhan, tetapi saya pikir Chimaev jauh lebih bersih,” ujarnya.
Belal menambahkan bahwa Chimaev akan tetap tampil agresif.
“Jika dia bisa mempertahankan posisinya, saya pikir dia akan mampu mempertahankan ritme itu sepanjang lima ronde dan bahkan melukainya.”
“Dia telah menunjukkan banyak kekuatan, dan dia telah menunjukkan bahwa dia berlatih keras. Dia akan semakin kuat di kelas 185 pon.”
“Saya yakin dia bisa melakukannya dengan dominan. Saya tahu Din Thomas mengatakan dia (Chimaev) tidak akan seaktif dulu.”
“Tetapi menurut saya banyak hal itu hanya karena dia tidak bisa masuk ke AS. Sekarang dia sudah di AS. Dia telah berlatih di L.A,” ujar Muhammad.
