Ryan Garcia sejak awal lebih memilih untuk melawan Teofimo Lopez dan bukan Devin Haney atau Rolando Romero untuk pertarungan ulang kelas welter..
PETINJU kelas welter Ryan Garcia mengincar pertarungan melawan Teofimo Lopez jika duel ulang dengan juara kelas welter World Boxing Association (WBA) Rolando Romero tidak terwujud. “Saya sendiri selalu menyukai pertarungan (melawan Teofimo Lopez) itu. Gaya bertarung kami sangat cocok,” kata Ryan Garcia dalam laman The Ring pada Kamis, 7 Agustus 2025.
Garcia sejak awal lebih memilih untuk melawan Lopez dan bukan Devin Haney untuk pertarungan ulangnya. Selama masa promosi acara tiga pertandingan utama pada Mei lalu, Garcia dan Lopez praktis menjadi bintangnya. Saat itu, pertarungan menampilkan Garcia melawan Rolando Romero, Haney melawan Jose Ramirez, dan Lopez melawan Arnold Barboza.
Dengan Haney, yang akan menghadapi juara kelas welter World Boxing Organization (WBO) Brian Norman pada bulan November mendatang dan kekalahannya yang mengejutkan dari Romero, Garcia bisa mendapatkan keinginannya. Apalagi, Lopez juga akan menganggur jika pertandingan ulang tidak terwujud.
Garcia yang bertarung dengan kondisi tangan cedera bertekad membalas kekalahannya dari Romero. Kedua kubu sudah memulai negosiasi untuk pertandingan ulang yang ditargetkan berlangsung paling cepat pada Desember 2025. Namun, petinju Amerika Serikat itu membuka diri melawan siapa pun jika pertandingan ulang dengan Romero tidak terwujud.
Garcia mengaku tak mengetahui alasan Teofimo Lopez memilih untuk diam atau tidak menggaungkan sebuah pertarungan. Padahal, kata dia, Lopez juga berpeluang menang jika keduanya naik ring.
Namun, jika Lopez menyambut laga mereka, Garcia meyakini bahwa dirinya bisa menjatuhkannya dengan pilihan dan output pukulannya. “Dengan cara saya melancarkan pukulan, saya bisa menghancurkannya. Saya jelas-jelas kryptonite-nya. Saya sudah lama menginginkan pertarungan itu. Saya terbuka untuk tantangan apa pun,” katanya.
Garcia yang telah mencetak rekor 24 kemenangan dengan 20 knockout (KO) mengantisipasi kembalinya ke ring setelah operasi tangan kanan yang mengalami cedera sebelum hingga ketika melawan Romero. Sementara Lopez, juara dunia kelas welter junior World Boxing Organization (WBO) dan The Ring dengan rekor 22 kemenangan (13 KO) dan satu kekalahan, masih menunggu di pinggir lapangan tanpa tanggal kembali atau lawan setelah kemenangan angka mutlaknya melawan Barboza.
