Fight Arena – Jawara kelas bantam wanita UFC, Kayla Harrison mengungkap perasaan tak biasanya usai menjadi ratu di divisinya.
Kayla Harrison mendapatkan status juara itu usai memenangi duel mengahdapi Julianna Pena di UFC 316 pada Juni lalu.
Dalam laga tersebut, Harrison berhasil menang atas Pena via submission di akhir ronde kedua.
Menjadi seorang juara bukanlah hal yang asing di kehidupan Kayla Harrison, tapi ia mengakui bahwa menjadi jawara UFC sangat berbeda.
Ia mengakui merasakan perubahan dalam hidupnya.
Harrison mengaku kesuksesannya di UFC membuatnya cukup kewalahan.
“Sudah berbeda.Saya akan mengatakan itu.”
“Salah satu hal yang membuatku sangat bersyukur adalah kesuksesan yang kucapai di bidang dan area lain dalam hidupku.”
“Jadi,saya punya gambaran, tapi memenangkan medali emas Olimpiade dalam judo di Amerika Serikat itu seperti, entah bagaimana, hanya sekitar 12 orang yang melihatnya.”
“Jadi, meraih kesuksesan semacam ini di platform nasional dan global yang begitu besar telah, saya merasa kewalahan dan saya merasa punya pikiran yang bagus, tapi saya masih dalam keadaan yang buruk.””Saya punya 170 pesan teks yang belum dibaca dan saya begitu kewalahan sehingga aku akan menjawab 10 pesan, lalu melempar ponsel saya dan berkata, ‘Baiklah, aku harus menjauh dari ini. Ini hanya lebih. Ada lebih banyak lagi.’ Yang mana itu hebat, indah, fantastis,” terangnya.
Terlepas dari rasa kewalahan yang dirasakannya, Kayla Harrison tampak tetap berusaha sederhana dan menjadi dirinya.
Ia menegaskan bahwa dia menikmati momen mimpinya jadi kenyataan, tapi tidak ada yang berubah darinya.
“Seperti saya benar-benar menjalani mimpi saya dan saya harus berhenti sejenak untuk mengingat untuk tetap hadir, menikmati momen, dan menyadari bahwa mungkin bagi orang lain segalanya telah berubah.”
“Tapi bagi saya tidak ada yang berubah. Saya belum selesai dan saya masih hanya Kayla. Saya masih seorang ibu,” ungkapnya.
