Korban Islam Makhachev, Dan Hooker membahas peluang menghajar calon lawannya pada UFC Qatar, Arman Tsarukyan di parkiran.
Jadwal tarung ini rencananya akan diselenggarakan bulan November mendatang.
UFC menorehkan pencapaian besar dengan debut mereka di Doha, Qatar.
Sejumlah pertarung akbar langsung dimasukkan dalam hajatan.
Salah satu yang kemudian menjadi pilihan ialah duel Hooker melawan Tsarukyan.
Pertarungan ini punya urgensi yang besar, khususnya di kelas ringan.
Pemenangan bentrokan bukan tidak mungkin akan maju sebagai penantang gelar berikutnya.
Namun, belakangan Hooker membuat klaim yang cukup mengejutkan.
Tidak suka pada Tsarukyan, dia mengaku bisa saja menghajar lawannya andai bertemu di parkiran.
Dia bahkan tidak keder andai tingkahnya membuat duel mereka dibatalkan.
“Jika dia berada dalam jarak serang saya, maka saya akan menghajarnya,” tegas Hooker, dilansir Juara.net dari Championat.
“Itulah poin utamanya…”
“Andai saya bisa melakukannya, maka bentrokan akan selesai.”
“Saya tidak peduli. Saya pikir, dia juga punya pikiran yang sama.”
“Saat Anda meminta saya bertarung dengan dia, saya akan berusaha menghajarnya.”
“Melempar serangan-serangan dan membuat dia kesal.”
“UFC yang membuat kami bertemu, mereka harus memisahkan kami.”
“Entah menghajarnya di tempat parkir dan duel dibatalkan ataupun menghajarnya di oktagon. Saya akan melakukan semuanya,” bebernya.
Hooker punya alasan yang sederhana soal mengapa dia membenci Tsarukyan.
Dia hanya merasa tidak suka pada wajah calon lawannya dan tak sabar untuk melayangkan sikutan.
“Ada banyak alasan…. Saya tidak suka wajahnya,” beber Hooker.
“Saya tak suka wajah yang menempel di tubuh itu.”
“Saya tak sabar untuk menghancurkannya. Saya sebenarnya tidak kenal dia, tetapi saya benci dia. Tak sabar untuk melayangkan sikutan ke hidungnya,” tutup jagoan berjulukan Hangman tersebut.
Duel UFC Qatar ini bisa disebut sebagai derbi korban Islam Makhachev.
Baik Hooker dan Tsarukyan sama-sama pernah merasakan betapa mengerikannya Makhachev.
