Fight Arena – Musuh terkutuk Khabib Nurmagomedov, Tony Ferguson merupakan salah satu jagoan MMA yang luar biasa.
Petarung berjulukan El Cucuy itu terbukti punya kekuatan fisik dan mental yang mumpuni.
Sebelum akhirnya dilepas UFC, Ferguson dalam tren bertarung yang tak bisa dibilang bagus.
Delapan kali kekalahan beruntun, dia rasakan mulai dari lawan Justin Gaethje hingga Michael Chiesa.
Meski begitu, tren kekalahan berturut-turut tersebut sama sekali tak merusak fisik dan mentalnya.
Ferguson memang mengakui bahwa dirinya sempat sulit tersenyum karena catatan buruknya.
Namun, dia merasa tidak pernah sekalipun menunjukkan sisi tersebut.
“Apakah kesehatan saya terganggu usai delapan kali kalah beruntun? Tidak,” tegasnya, dilansir Juara.net dari Championat.com.
“Tetapi, itu adalah lima tahun terburuk dalam karier saya. Itu sungguh buruk.”
“Saya bahkan kesulitan untuk sekedar tersenyum… Namun, tidak akan ada orang yang bisa melihat saya hancur.”
“Saya takkan pernah menunjukkannya. Itulah keajaiban yang saya miliki.”
“Terkadang, saya butuh menekan tombol reset. Dan untuk mendapatkan hal itu, saya harus mendapatkan tantangan yang besar.”
“Oleh karena itu, saya akhirnya bergeser ke duel tinju.”
“Saya masih terus mendengarkan saran pelatih dan berlatih dengan orang-orang yang berbeda.”
“Berusaha membuat semuanya tetap pada jalur yang benar,” sambung Ferguson.
Seperti yang disunggung sebelumnya, Ferguson kini beralih ke jagat tinju.
Dia dijadwalkan naik ring menghadapi petinju YouTuber, Nathaniel Bustamane alias Salt Papi pada akhir pekan nanti (30/8/2025) waktu Amerika Serikat.
Meski usianya sudah tak lagi muda, Ferguson menegaskan bahwa kondisinya sangat baik.
El Cucuy memang punya tempat tersendiri di hari para penggila UFC.
Dia biasa disebut sebagai musuh terkutuk Khabib karena lima kali usaha penyabungan mereka selalu gagal.
“Sekarang, saya merasa bagus. Merasa luar biasa,” terangnya.
“Harusnya, saya merasa tidak terlalu bagus, seperti orang-orang pada umumnya di usia saya…”
“Tetapi, kondisinya tidak demikian. Umur saya sudah 41 tahun, setengah dari 82. Sya merasa sangat fenomenal,” tambah Ferguson.
