FIGHT ARENA – Peraih Hall of Fame UFC, Khabib Nurmagomedov, cukup antusias melihat pertandingan gelar kelas menengah yang akan berlangsung bulan Agustus mendatang.
Duel tersebut mempertemukan Dricus Du Plessis sebagai juara bertahan menghadapi Khamzat Chimaev selaku penantang gelar.
Pertandingan antara Du Plessis dan Chimaev akan dihelat di United Center, Chicago, Amerika Serikat pada Minggu (17/8/2025) pagi waktu Indonesia.
Khabib melihat duel antara dua monster di kelas menengah itu tentu akan berlangsung menarik.
Menurutnya, Chimaev masih lebih unggul daripada Du Plessis.
Pertarungan tersebut akan mencapai puncaknya setelah persiapan dan perseteruan yang ditunjukkan oleh kedua petarung.
Chimaev sudah lama menantikan sabuk juara melingkar di pinggangnya.
Dia akhirnya mendapatkan kesempatan menjadi juara UFC di kelas menengah setelah gagal mencapai klimaks pada kelas welter.
“Saya tidak berpikir dia (Du Plessis) lebih besar dari Khamzat,” kata Khabib pada podcast Hustle Show di kanal Youtube Adam Zubayraev.
“Pertama-tama, dia mungkin lebih tinggi, tapi dalam hal berat badan, saya ragu dia akan jauh lebih besar…”
“Ya, ini pertarungan yang sangat bagus. Ini seperti momen klimaks.”
“Seperti semua yang kamu lakukan, persiapkan, semuanya mengarah ke sini, sekarang kamu harus menunjukkan hasilnya,” ujar Khabib.
Meski begitu, Khabib kemudian juga menganalisis ancaman yang ditimbulkan oleh Dricus Du Plessis.
Petarung dengan rekor 29-0 itu menyebut Du Plessis merupakan petarung yang terus menyerang lawannya secara kontinu.
Du Plessis memiliki tenaga dan stamina yang cukup kuat untuk terus memukuli musuhnya sampai lima ronde.
“Dia (Du Plessis) tipe petarung, jika kamu tidak meng-KO-nya, dia akan bertarung sampai akhir… Dia lawan yang menarik,” ucap Khabib mengenai petarung asal Afrika Selatan itu.
“Dia sangat tangguh, dia akan bertarung habis-habisan. Dia adalah petarung kickboxing yang tidak konvensional. Dia melempar pukulan dan tendangan.”
“Yang bagus atau lebih tepatnya, yang buruk tentang Du Plessis adalah dia tidak terlalu akurat, tapi dia melempar banyak serangan.”
“Dia selalu melempar pukulan dan tendangan, terus-menerus… Dia melancarkan banyak serangan, dia tidak diam di tempat,” ujarnya.
Maka dari itu, Khabib menyarankan Chimaev agar jangan terlalu menghabiskan seluruh tenaganya pada ronde pertama dan kedua.
Pasalnya, Chimaev merupakan tipikal petarung yang ingin selalu menghabisi lawannya pada ronde pertama.
Situasi tersebut sempat hampir membuatnya berada dalam posisi sulit ketika menghadapi Gilbert Burns pada tahun 2022 lalu.
“Menurut saya secara pribadi, saya akan menyarankan Khamzat untuk bertarung dengannya…”
“Bayangkan jika saya menjadi pelatih, saya akan memberi saran yang berbeda (daripada terlalu agresif dari awal),” ucap Khabib.
“Jika mereka bertarung dalam tinju murni, Khamzat lebih baik. Secara tinju murni. Itu pendapat saya.”
“Ada satu hal, kamu bisa mencoba memaksakan hal-hal di awal.”
“Seperti di ronde pertama atau kedua, tapi jika kamu tidak mengalahkannya, kamu akan menghabiskan banyak energi.”
“Dan nanti, kamu akan membutuhkannya di ronde-ronde final,” ujar Khabib Nurmagomedov.
